Sebagianbesar landmark yang terdapat di Finlandia merupakan bangunan bersejarah yang terdiri dari benteng, gereja, hingga gedung balai kota. Memiliki gaya arsitektur bangunan yang terlihat klasik dan telah berusia ratusan tahun, berikut lima landmark populer di Finlandia. 1. The Fortress of Suomenlinna. Lamamenjadi ikon konvensi di Jakarta, Hotel Borobudur berdiri di lahan seluas 23 hektar dengan taman tropis yang indah terletak di pusat kota menghadap Lapangan Banteng. Hotel Borobudur terletak di dekat Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan, Katedral Katolik, Masjid Istiqlal dan Istana Negara. Perundinganyang berlangsung pada 11-15 November 1946 di Desa Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat tersebut membahas mengenai status kemerdekaan Indonesia. Pada perundingan Linggarjati tersebut secara de facto Belanda mengakui esistensi negara Republik Indonesia. Namun, hanya tiga wilayah kekuasaan saja yang diakui oleh Belanda. TEMBILAHAN(detikriau.org) - Surau Al-Kahfi namanya, terletak di jalan HR Soebrantas Lorong Perwira, Tembilahan. Belakangan ini dikabarkan sering kali dijadikan anak-anak tempat ngelem. Belakangan ini dikabarkan sering kali dijadikan anak-anak tempat ngelem. Akademisi Indonesia International Institute for Life Sciences turut menghadiri konferensi The International Conference for Managing the Asian Century atau ICMAC 2022 yang berlangsung pada 14-15 Juli 2022.. Konferensi yang mengangkat tema "Sustainability in Asia" ini bertujuan menyadarkan pentingnya menjalankan bisnis berkelanjutan, di mana perusahaan tidak hanya mengejar GrandCity memadukan ruangan pameran dan konferensi bertaraf internasional dengan mal yang berisi gerai merek-merek premium dan restoran internasional. Lokasi Grand City juga strategis dengan akses kendaraan pribadi dan umum yang lengkap. House of Sampoerna House of Sampoerna awalnya merupakan Paviliun Keluarga Budi Sampoerna. ViewADPU4433 Perencanaan BUS MISC at San Francisco State University. ADPU4433 Perencanaan Kota 1.Pengertian kota yang sering dijadikan acuan di Indonesia adalah. a. tempat di mana KonferensiMeja Bundar di tahun 1949 dengan tujuh negara bagian dan sembilan satuan kenegaraan. Yogyakarta menjadi ibu kota negara bagian sampai keputusan untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia diambil pada 1950. 2. Bukittinggi, Sumatera Barat Lihat Foto Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Dok. Pemkot Bukittinggi) Alunalun Kota Bandung menjadi salah satu tempat wisata Bandung dekat Gedung Sate yang bisa dijajal. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI) Usai bersolek dan memiliki hamparan rumput sintetis luas, Alun-alun Bandung semakin padat pengunjung. Di lokasi yang sama, terdapat Masjid Agung yang juga kerap dikunjungi wisatawan atau menjadi lokasi acara pengajian. Antara/Idhad Zakaria) REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada tiga kabupaten/kota di Indonesia yang paling sering terjadi longsor. Tiga kota/kabupaten tersebut yakni Wonogiri, Bogor, dan Wonosobo. Biasanyadataran tinggi ini seringkali dijadikan sebagai tempat untuk pembangunan villa villa yang digunakan sebagai tempat peristirahatan karena pemandangan yang indah serta udara yang memang sejuk. Selain itu dataran tinggi ini juga sering dijadikan sebagai perkebunan ataupun objek wisata dengan pemandangan yang menakjubkan. 2. Dataran Rendah SAMOSIR- SUMBER Kabupaten Samosir dianggap sebagai tempat yang baik, untuk itu dijadikan tempat konferensi Ilmiah Internasional dengan topik "International Conference on Technology, Informatics, Management, Engineering and Environment & Industrial Internet of Things (TIME-E dan ICIIOT) selama tiga hari, () di Hotel Toledo Inn KotaSolo berhasil mengalahkan kota - kota besar lainnya di Indonesia. Hal itu dapat mendukung kota Solo sebagai kota internasional dan mengangkat martabat kota Solo dibandingkan kota - kota lainnya. Sehingga dapat menggugah pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik terutama kepada warga masyarakat Surakarta dan warga asing yang ingin berkunjung ke Kota Solo. 2. Kota Solo sebagai Kota Konferensi Internasional a. Ibuyang Bunuh Bayinya di Minahasa Utara Sering Aniaya Korban. Konferensi pers Polres Minahasa Utara terkait pembunuhan bayi oleh ibunya sendiri, Jumat (5/8/2022). IDNTimes/Istimewa. Manado, IDN Times - Polres Minahasa Utara menggelar konferensi pers terkait kasus kekerasan fisik terhadap anak yang dilakukan oleh Arista Raja Atilu (23) kepada Stasiunjuga salah satu tempat yang cukup populer untuk dijadikan latar film. Stasiun sering dijadikan scene-scene bertema perpisahan. Nah, stasiun tugu merupakan stasiun yang paling nyaman dibanding yang lainnya. 5. Jalan Mangkubumi/Tugu Jogja. Di Jalan Mangkubumi terdapat simbol kota Jogja, Tugu Jogja. RwEzvg. – Kementerian Kesehatan Kemenkes merilis laporan traffic penggunaan aplikasi PeduliLindungi di seluruh fasilitas publik di Indonesia. Mulai dari mall, restoran, hotel, tempat wisata, dan rekresi sejak 23 Januari-6 Februari 2022. Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, laporan traffic itu disusun berdasarkan pemantauan aktivitas PeduliLindungi di seluruh fasilitas publik di seluruh wilayah di Indonesia."Laporan ini berdasarkan data monitoring yang dihimpun Kemenkes dari aktivitas penggunaan aplikasi PeduliLindungi di mal, hotel, restoran dan tempat wisata," kata Nadia, dilansir dari Jumat 11/2/2022. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat 10 tempat wisata dan rekreasi di Indonesia yang populer dan paling banyak didatangi wisatawan dalam skala nasional. Dua dari 10 tempat wisata dan rekreasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan tersebut berada di DKI Jakarta, yakni Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa juga 54 Obyek Wisata di Jogja Mulai Dibuka Terbatas, Berikut Ini Daftarnya 10 tempat wisata paling banyak dikunjungi versi PeduliLindungi Berikut 10 tempat wisata dan rekreasi ramai pengunjung menurut Kemenkes Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta Jawa Timur Park 3, Batu GWK Kultural Park, Bandung Lawang Sewu, Semarang Taman Safari Indonesia, Bogor Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang Danau BSB, Semarang Jatim Park 2, Batu Baca juga 10 Mal di Jakarta yang Paling Banyak Dikunjungi Menurut PeduliLindungi Taman Impian Jaya Ancol dan Ragunan terbanyak dikunjungi Taman Impian Jaya Ancol tercatat ramai pengunjung. Bahkan Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di Jakarta Utara ini, menempati peringkat pertama sebagai tempat wisata dan rekreasi dengan pengunjung terbanyak berdasarkan laporan traffic Kemenkes. Sebanyak wisatawan tercatat mengunjungi tempat wisata tersebut. Taman Impian Jaya Ancol sering menjadi tempat wisata dan rekreasi andalan bagi wisatawan lokal. Pasalnya, letak Taman Impian Jaya Ancol cukup strategis dan menyuguhkan keindahan pantai. Semua hal yang dapat dilakukanSumber Informasi WisatawanSumber Informasi WisatawanPusat PengunjungRuang Duduk BandaraPerpustakaanPusat Konferensi & KonvensiTebetBagus Saat HujanCocok untuk Anak-AnakCocok untuk Kelompok BesarMasuk GratisCocok untuk PasanganTerjangkauLokasi bulan maduCocok untuk Penggemar Aktivitas EkstremTempat yang Belum DikenalBerjiwa petualang – Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi kota perdagangan yang berkembang pesat dan termasuk salah satu penopang perekonomian Tanah Air. Tak hanya itu, kota ini juga menjadi salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Tanah Air bersama Jakarta, Medan, dan pun menjadi kota dengan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan salah satu kota metropolitan yang paling tertata di Indonesia. Hal ini menjadikan Surabaya sebagai pemenang Socrates Awards dalam kategori “City of The Future” atau kota masa depan pada 2014. Kota Pahlawan ini terus berkembang menjadi kawasan industri, dagang, dan jasa dengan segala dukungan sarana dan prasarana transportasi publik. Oleh karenanya, selain menjadi kota transit, Surabaya juga menjadi tujuan bisnis. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, membuat banyak fasilitas akomodasi bermunculan di kota industri dan perdagangan ini. Selain sebagai tempat menginap, hotel-hotel di Surabaya juga menjadi pilihan para pebisnis, instansi pemerintah, dan organisasi untuk menggelar kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran MICE. Menurut data Badan Pusat Statistik BPS pada 2019, Surabaya memiliki 276 hotel dengan 103 di antaranya merupakan hotel berbintang satu sampai lima. Khusus untuk lokasi kegiatan MICE, Kota Surabaya memiliki beberapa venue yang dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan dari skala kecil hingga besar. Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, simak ulasan berikut. JX International Jatim International Expo JX International merupakan gedung pameran kebanggaan warga Surabaya. Lokasinya strategis di jalur tersibuk di kota ini dan terhubung langsung dengan tol menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda. JX International berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan luas bangunan fisik mencapai 1,6 hektare dan lahan parkir seluas 1,6 hektare. Sebagai lokasi favorit penyelenggaraan pameran, konferensi, pergelaran musik, dan acara seremoni, gedung ini dirancang tanpa tiang. Untuk menunjang kegiatan MICE, JX International dilengkapi kursi dengan sistem teater dan 550 meja bulat dengan kapasitas orang. Di dalamnya terdapat area seluas 400 meter persegi yang dapat difungsikan sebagai toko, kafe, atau restoran saat pameran berlangsung. Untuk lahan parkir di sebelah selatan, tempat ini bisa menampung sekitar 500 mobil dan 200 sepeda motor. Kapasitas itu masih bisa ditambah dengan lokasi parkir di basement yang dapat memuat 200 City Convention Center Grand City dipersiapkan sebagai ikon baru industri meeting di Surabaya. Memiliki luas meter persegi, gedungnya dibagi dalam beberapa bagian, yaitu ruang pameran, konferensi, pertemuan, dan ballroom. Grand City memiliki ruang VVIP di setiap lantai. Selain itu, Grand City dilengkapi dengan ruang pameran outdoor. Hal yang membuat istimewa tempat ini adalah integrasi antara ballroom, convention center, dan exhibition center yang terhubung langsung dengan mal. Grand City memadukan ruangan pameran dan konferensi bertaraf internasional dengan mal yang berisi gerai merek-merek premium dan restoran internasional. Lokasi Grand City juga strategis dengan akses kendaraan pribadi dan umum yang lengkap. House of Sampoerna House of Sampoerna awalnya merupakan Paviliun Keluarga Budi Sampoerna. Setiap bulan, galeri seni ini menampung dan menampilkan karya seni yang berbeda. Karya seni tersebut merupakan karya-karya seniman terkemuka dan sudah diseleksi ketat. Sebagai informasi, Gedung House of Sampoerna terdiri dari dua lantai. Untuk menunjang penyelenggaraan acara, gedung ini memiliki empat ruangan di lantai satu dan satu ruangan lagi di lantai kedua. Bangunannya sendiri bergaya kolonial dengan empat pilar besar bertengger di depan gedung utama. Gedung yang dibangun sekitar tahun 1862 ini juga merupakan situs bersejarah yang dilestarikan. Oleh karena itu, pengelola House of Sampoerna kerap menawarkan paket wisata Surabaya Heritage Track untuk wisatawan yang ingin mengenal wisata sejarah di kota ini. Taman Budaya Jawa Timur Berada di Jalan Genteng Kali Nomor 85, Taman Budaya Jawa Timur dulunya adalah area Keraton Kanoman Surabaya. Tempat ini sering kali disebut Taman Budaya Cak Durasim. Cak Durasim sendiri merupakan tokoh pejuang kesenian pada masa pendudukan Jepang. Sekarang, gedung ini menjadi pusat kegiatan seni Jawa Timur dan sering kali menjadi lokasi kegiatan pameran, diskusi, seminar budaya, serta latihan dan pertunjukan tari yang diadakan setiap sore hari. Dalam kompleks taman budaya ini, terdapat beberapa gedung, pendapa, dan panggung terbuka yang terletak di belakang gedung. Semua fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan sebagai penunjang berbagai kegiatan dan dapat digunakan untuk umum. Mengikuti konferensi internasional bisa jadi merupakan sebuah pengalaman yang berkesan. Selain karena kita dapat membangun jejaring di sektor akademik, hasil dari konferensi juga dapat menjadi portofolio bagi kita. Kali ini, Arnaldi Nasrum, seorang alumnus dari University of Groningen akan membagikan tips seputar mengikuti konferensi internasional berdasarkan pengalamannya di Madrid dan Seoul. “After careful consideration, we are pleased to inform you that your application for the 6th Korea University Graduate Student Conference KUGSC has been accepted.” Ini adalah kutipan dari surel yang saya terima dari Korea University di awal tahun 2018. Abstrak karya tulis yang saya kirimkan beberapa minggu sebelumnya telah diterima. Undangan pun dikirimkan beserta dokumen pendukung lainnya untuk pengurusan visa. Saya diberi kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam konferensi tahunan Pusat Studi Sejarah Korea University dengan tema “Membangun Perspektif Studi Asia dan Sejarah Korea.” Berpose bersama peserta 6th Korea University Graduate Student Conference Di tahun yang sama, saya juga mengikuti International Conference on ASEAN Studies ICOAS yang diselenggarakan di Madrid oleh Universidad Autonoma de Madrid bersama Persatuan Pelajar Indonesia di Spanyol. Setiap tahunnya, ada begitu banyak konferensi internasional yang diadakan oleh berbagai institusi. Isunya pun beragam dan meliputi hampir seluruh bidang keilmuan. Peserta konferensi juga tidak terbatas hanya dari kalangan mahasiswa dan para akademisi yang mewakili institusi pendidikan saja, tetapi para profesional yang menekuni bidang terkait dengan tema konferensi juga dapat turut serta. Konferensi internasional memang menarik diikuti untuk mendapatkan perspektif baru dalam bidang keilmuan yang digeluti dan memperluas jaringan komunitas profesional. Yang tak kalah menarik adalah kesempatan untuk mendapatkan publikasi karya ilmiah yang akan menunjang karir ke depannya. Selain itu, para pakar sering kali menjadi pembicara kunci atau bahkan mengambil peran sebagai panelis dalam konferensi yang diselenggarakan. Di masa pandemi ini, kegiatan konferensi internasional terus berjalan meski pelaksanaannya mengalami penyesuaian. Konferensi kini dilakukan secara daring. Meski begitu, sejumlah negara tengah bersiap-siap untuk kembali melaksanakan konferensi secara tatap muka langsung dengan protokol kesehatan yang berlaku. Baik luring maupun daring, apa saja tahapan yang harus diperhatikan ketika hendak mengikuti konferensi internasional? Memilih Tema yang Sesuai Salah satu alasan saya mengikuti KUGSC dan ICOAS adalah kesesuaian temanya dengan bidang keilmuan yang saya tekuni yakni East Asian Studies. Tema konferensi akan menentukan sejauh mana kita dapat berkontribusi dalam konferensi tersebut. Reviewer atau pengulas akan melihat masalah apa yang ingin diselesaikan dan sejauh mana karya tulis yang kita buat sesuai untuk konferensi tersebut dan dapat menjadi alternatif baru untuk penelitian di masa depan. Dengan banyaknya pilihan konferensi yang ada, penting untuk memilih konferensi dengan tema yang spesifik. Mempresentasikan hasil penelitian di International Conference on ASEAN Studies Tentukan Event yang Tepat Salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai konferensi internasional adalah dengan mendaftar ke laman pencari konferensi dan secara berkala mereka akan mengirimkan informasi soal konferensi pada surel yang didaftarkan. Berbeda dengan hal tersebut, saya mendapatkan informasi konferensi dari Halaman Facebook Panitia penyelenggara Korea University Korean History Graduate Student Conference. Sementara informasi ICOAS saya dapatkan dari laman resmi konferensinya. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan lembaga penyelanggara konferensi berasal dari institusi yang kredibel dan memiliki reputasi internasional. Jika ragu dan agar menghindari penipuan, maka penting untuk mengecek laman resmi dan institusi yang berafiliasi dengan lembaga penyelenggara tersebut. Pengumpulan Abstrak Abstrak adalah ringkasan dari paper yang dibuat. Isinya padat dan lugas. Jumlahnya berkisar 150-250 kata. Selanjutnya, abstrak inilah yang nantinya akan dinilai oleh reviewer. Hasilnya, abstrak kita bisa ditolak, diterima dengan syarat, atau diterima tanpa ada perubahan. Jika diterima dengan syarat, maka kita perlu melakukan revisi sesuai dengan yang disarankan oleh tim reviewer. Abstrak yang saya tulis merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan karya tulis. Letter of Acceptence Setelah abstrak kita dinyatakan diterima, maka pihak penyelenggara akan mengirimkan Letter of Acceptence LoA yang berisi pernyataan resmi dan sekaligus undangan untuk menghadiri konferensi tersebut. Di dalamnya akan tercantum nama dan judul paper yang kita tulis. LoA inilah yang kemudian saya gunakan sebagai dokumen pendukung untuk pengurusan visa dan juga pengajuan bantuan pendanaan. LoA ini biasanya dikirimkan bersama paket informasi yang terdiri dari panduan penulisan full paper, agenda acara konferensi, mekanisme presentasi, hingga persoalan akomodasi. Jangan Lewatkan Full Paper Setelah mengantongi LoA, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan full paper. Umumnya, pihak penyelenggara meminta mengumpulkan paper tersebut dua minggu hingga sebulan sebelum konferensi diselenggarakan. Tidak mengumpulkan full paper ini dapat membatalkan status kepesertaan kita sebagai presenter. Saya sendiri memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan full paper sejak dikirimkan LoA. Full paper umumnya ditulis dengan kisaran kata. Dalam pembuatan paper, ide adalah bagian yang terpenting. Jika gagasan yang ditawarkan belum pernah dibahas sebelumnya dan dapat memberikan sudut pandang baru dalam permasalahan yang diangkat, maka paper kita akan mendapatkan review yang baik dan berpotensi mendapat predikat Best Paper dalam konferensi tersebut. Presentasi adalah Kunci Saat pelaksanaan konferensi, kita akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan paper yang telah dibuat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar 10-20 menit. Di akhir, akan ada sesi tanya jawab untuk peserta konferensi dan dilanjutkan dengan review dari tim panelis jika ada. Konferensi yang diadakan Korea University menghadirkan tim panelis yang berasal dari School of Oriental and African Studies SOAS University of London, University of California Davis, University of California Berkeley, dan University of Toronto. Tim panelis yang terdiri dari para pakar ini memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan untuk pengembangan paper selanjutnya. Dalam pelaksanaan presentasi, pihak penyelenggara mewajibkan peserta untuk menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Korea. Menguasai materi paper adalah hal yang wajib dilakukan agar kita dapat menyampaikan ide dan berdiskusi dengan peserta lain dengan baik. Salah satu peserta sedang melakukan presentasi paper-nya Publikasi Artikel Pihak penyelenggara konferensi umumnya akan membuat proceeding atau buku kumpulan paper yang telah ditulis oleh peserta konferensi tersebut. Ketika proceeding ini dibuat, pihak penyelenggara biasanya tidak akan meminta peserta untuk memperbaiki tulisannya. Begitupun dengan KUGSC dan ICOAS, panitia telah membukukan seluruh karya tulis yang diterima ke dalam proceeding sehingga memudahkan untuk melihat karya tulis peserta lainnya. Kumpulan paper dari para peserta 6th Annual Korea University Graduate Student Conference Lain halnya jika peserta menginginkan hasil karya kitadipublikasikan ke dalam jurnal terindeks yang dikeluarkan oleh institusi pihak penyelenggara meskipun tidak semuanya menyediakan. Prosesnya bisa memakan waktu 4 bulan hingga setahun sebab karya tulis tersebut akan melalui beberapa tahapan seperti peer review atau penelaahan sejawat oleh para akademisi dan proses revisi. Dukungan Pendanaan Salah satu pertimbangan saat mengikuti konferensi adalah pendanaan. Perlu memikirkan biaya apa saja yang akan dikeluarkan dimulai dari pengurusan visa, biaya transportasi hingga akomodasi di tempat pelaksanaan konferensi tersebut. Di sejumlah konferensi, peserta juga diwajibkan untuk membayar biaya pendaftaran. Namun, KUGSC termasuk konferensi tahunan yang membebaskan biaya tersebut. KUGSC bahkan menyediakan akomodasi hotel secara cuma-cuma kepada peserta selama pelaksanaan konferensi. Beda halnya dengan KUGSC, ICOAS mensyaratkan biaya pendaftaran dan tidak menyediakan akomodasi penginapan. Untuk membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan, calon peserta dapat mengajukan bantuan dana kepada institusi yang diwakili seperti kampus ataupun tempat bekerja. Waspada Konferensi Predator Dengan banyaknya informasi mengenai penyelenggaraan konferensi internasional yang beredar, kita perlu waspada terhadap konferensi palsu atau yang sering disebut predatory conference. Konferensi semacam ini hanya mengincar keuntungan semata dari pendaftarnya. Salah satu modusnya adalah secara tiba-tiba membatalkan konferensi yang sudah diagendakan dan tidak mengembalikan biaya pendaftaran yang sudah dibayar. Berikut beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan agar terhindar dari konferensi predator. Apakah konferensi ini diselenggarakan oleh lembaga yang kredibel? Ini bisa terlihat dari laman resmi dan event yang pernah dilaksanakan. Apakah topik konferensi cukup fokus dan relevan dengan bidang riset? Apakah informasi yang tertera di laman menggunakan bahasa yang benar dan tidak banyak kesalahan penulisan? Apakah ada laporan mengenai konferensi sebelumnya? Apakah memiliki kontak yang jelas dan dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi yang lengkap? Apakah media komunikasinya beragam? Apakah konferensi ditulis pada media yag dapat dipercaya? Apakah konferensi ini memiliki pembicara utama atau tim panelis? Manfaat Mengikuti Konferensi Mengikuti konferensi akan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan komunitas akademisi dan mendapatkan sudut pandang baru dari isu-isu yang didiskusikan selama konferensi berlangsung. Selain itu, para peserta juga sering kali saling memberi undangan untuk kegiatan konferensi selanjutnya yang diadakan oleh institusi yang mereka wakili. Lebih dari itu, konferensi internasional juga akan memberikan kesempatan untuk mempelajari budaya lokal tempat penyelenggara konferensi. Salah satu agenda yang menarik dari KUGSC dan ICOAS adalah kegiatan makan bersama yang disertai dengan pengenalan budaya setempat melalui penganan khasnya. Konferensi internasional juga akan meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri saat bersama orang-orang yang berasal dari negara atau daerah yang berbeda. Salah satu agenda KUGSC adalah melakukan city tour untuk melihat tempat-tempat bersejarah seperti Istana Changdeok yang berada di pusat kota Seoul Plaza de Oriente adalah salah satu spot yang ramai dikunjungi oleh peserta ICOAS setelah konferensi selesai dilaksanakan. Nah dengan banyaknya kesempatan untuk ikut dalam konferensi, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? *All photos are provided by the author

kota di indonesia yang sering dijadikan tempat konferensi internasional